Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengecam serangan udara Israel terhadap kawasan Dahiyeh Selatan, Beirut, dan menyatakan bahwa insiden tersebut menunjukkan Amerika Serikat tidak memiliki kemauan atau kemampuan untuk menjalankan komitmen yang telah dibuat.
Dalam unggahan di akun media sosial X, Qalibaf menulis:"Agresi Zionis ke Dahiyeh sekali lagi menunjukkan bahwa Amerika tidak memiliki kemauan untuk melaksanakan komitmennya, atau tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya."
Ia juga menuduh Washington berusaha memperoleh keuntungan politik dengan memberikan "lampu hijau" kepada Israel. "Anda tidak bisa mendapatkan konsesi dengan memberi lampu hijau kepada rezim Zionis. Permainan polisi baik dan polisi buruk sudah usang."
Qalibaf menegaskan bahwa jika Amerika Serikat tidak memiliki kemauan dan kemampuan untuk memenuhi komitmennya, maka tidak ada dasar untuk melanjutkan proses yang sedang berjalan. "Jika Anda tidak memiliki kemauan dan kemampuan untuk melaksanakan komitmen Anda, maka tidak mungkin berbicara tentang kelanjutan jalur ini."
Serangan Israel ke Beirut Selatan
Pernyataan Qalibaf disampaikan setelah Israel mengumumkan serangan udara terhadap kawasan Al-Ghobeiry di Dahiyeh Selatan, Beirut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz mengklaim bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap serangan Hizbullah ke wilayah pendudukan Israel.
Sementara itu, koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa serangan Israel menghantam sebuah gedung lima lantai di kawasan Al-Ghobeiry dan mengakibatkan sejumlah korban.
Menurut sumber-sumber Lebanon, sedikitnya tiga orang gugur dan enam orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Your Comment